Senin, 21 Desember 2015

keraton kasepuhan cirebon

Keraton Kasepuhan adalah keraton termegah dan paling terawat di Cirebon. Makna di setiap sudut arsitektur keraton ini pun terkenal paling bersejarah. Halaman depan keraton ini dikelilingi tembok bata merah dan terdapat pendopo didalamnya.
Keraton Kasepuhan adalah kerajaan islam tempat para pendiri cirebon bertahta, disinilah pusat pemerintahan Kasultanan Cirebon berdiri.
Keraton ini memiliki museum yang cukup lengkap dan berisi benda pusaka dan lukisan koleksi kerajaan. Salah satu koleksi yaitu kereta singa barong yang merupakan kereta kencana Sunan Gunung Jati. Kereta tersebut saat ini tidak lagi dipergunakan dan hanya dikeluarkan pada tiap 1 syawal untuk dimandikan.
Bagian dalam keraton ini terdiri dari bangunan utama yang berwarna putih. Didalamnya terdapat ruang tamu, ruang tidur dan singgasana raja.

Keraton Kasepuhan berisi dua komplek bangunan bersejarah yaitu Dalem Agung Pakungwati yang didirikan pada tahun 1430 oleh Pangeran Cakrabuana dan komplek keraton Pakungwati (sekarang disebut keraton Kasepuhan) yang didirikan oleh Pangeran Mas Zainul Arifin pada tahun 1529 M. Pangeran Cakrabuana bersemayam di Dalem Agung Pakungwati, Cirebon. Keraton Kasepuhan dulunya bernama 'Keraton Pakungwati. Sebutan Pakungwati berasal dari nama Ratu Dewi Pakungwati binti Pangeran Cakrabuana yang menikah dengan Sunan Gunung Jati. Ia wafat pada tahun 1549 dalam Mesjid Agung Sang Cipta Rasa dalam usia yang sangat tua. Nama dia diabadikan dan dimuliakan oleh nasab Sunan Gunung Jati sebagai nama Keraton yaitu Keraton Pakungwati yang sekarang bernama Keraton Kasepuhan.

Keraton Kasepuhan merupakan salah satu dari bangunan peninggalan kesultanan cirebon yang masih terawat dengan baik, seperti halnya keraton-keraton yang ada di wilayah Cirebon, bangunan keraton Kasepuhan menghadap ke arah utara .
Di depan keraton Kesepuhan terdapat alun-alun yang pada waktu zaman dahulu bernama alun-alun Sangkala Buana yang merupakan tempat latihan keprajuritan yang diadakan pada hari sabtu atau istilahnya pada waktu itu adalah Saptonan dan juga sebagai titik pusat tata letak kompleks pemerintahan keraton. Dan di alun-alun inilah dahulunya dilaksanakan juga pentas perayaan kesultanan lalu juga sebagai tempat rakyat berdatangan ke alun-alun untuk memenuhi panggilan ataupun mendengarkan pengumuman dari Sultan.
  • Di sebelah barat Keraton kasepuhan terdapat masjid yang cukup megah hasil karya dari para wali yaitu Masjid agung sang cipta rasa.
  • Di sebelah timur alun-alun dahulunya adalah tempat perekonomian yaitu pasar. sekarang adalah pasar kesepuhanyang sangat terkenal dengan pocinya.
Model bentuk keraton yang menghadap utara dengan bangunan Masjid di sebelah barat dan pasar di sebelah timur dan alun-alun ditengahnya merupakan model tata letak keraton pada masa itu terutama yang terletak di daerah pesisir. Bahkan sampai sekarang, model ini banyak diikuti oleh seluruh kabupaten/kota terutama di Jawa yaitu di depan gedung pemerintahan terdapat alun-alun dan di sebelah baratnya terdapat masjid.



Minggu, 20 Desember 2015

Masjid Agung Cipta Rasa Cirebon

Masjid agung cipta rasa ini terletak di dekat keraton kasepuhan cirebon, arsitekturnya sendiri hampir sama dengan masjid demak.
Yang paling menakjubkan dari masjid ini adalah kisah pembangunannya yang hanya memakan waktu semalam. Semua warga Cirebon mengenal kisah ini dan tertuang pula dalam buku sejarah Babad Tanah Cirebon. Sunan Kalijaga yang menjadi arsiteknya memimpin pembangunan masjid sejak maghrib sampai subuh datang menjelang.
uniknya, jika menjelang solat jumat yang adzan itu ada 7 orang nah jangan lewatkan adzan pitu ini keren banget.
Nah, salah satu tiang yang terkenal di masjid ini disebut Saka Tatal, di sudut selatan teras masjid yang asli. Bisa dibilang ini adalah ciri khas Sunan Kalijaga dalam membangun masjidnya. Dia menyambung potongan-potongan tiang (tatal-red) dan mengikatnya dengan lempeng besi menjadi satu tiang baru. Saka Tatal mengandung filosofi persatuan bangsa.



Muludan Cirebon

Muludan di Cirebon sama dengan Sekaten di jogja namun beda nama, muludan ini biasanya dimulai sebulan sebelum maulid nabi yaitu 12 rabiul awal. pasar malam meriah ini banyak orang jualan berbagai makanan unik bahkan benda unik dan ada mainan mainan asyik seperti kora kora, bianglala, ombak banyu dll.
muludan biasanya diadakan di alun alun keraton kasepuhan disisi masjid agung kasepuhan, acara puncaknya ada panjang jimat yaitu iring-iringan benda pusaka dari keraton dan sebelumnya sudaah dicuci oleh air dari makam sunan gunung jati, dicucinya setahun sekali saat mau maulid nabi saja.
air bekas mencuci benda pusaka itu biasanya diperebutkan warga untuk tolak bala dan anak yang belum bisa jalan agar cepat bisa jalan



Taman Sari Gua Sunyaragi Cirebon

Nama Sunyaragi ini diambil dari kata sunya yang artinya sepi dan ragi adalah raga, tempat ini biasa dijadikan tempat meditasi para sultan dan keluarga, bangunan ini seperti candi namun lebih tajam. wilayah ini sangat luas sekitar kurang lebih 15 hektar dan ada di pinggir jalan by pass brigjen dharsono ini terletak di Kelurahan Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon.

Tempat ini dibagi 2 ada pensanggrahan ada gua nah yang pesanggrahan itu terdapat kamar tidur, kamar mandi, kamar rias, tempat ibadah layaknya rumah pada umumnya serta dikelilingi taman taman yang indah dan ada kolam, suasananya sangat sejuk dan indah.
induk seluruh gua dinamakan gua peteng (gelap) yang digunakan saat bersemedi. Selain itu ada gua pande kemasan yang berfungsi sebagai pembuatan senjata juga sebagai tempat penyimpanan senjata itu sendiri. ada juga gua pawon yang berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan dan perbekalan para prajurit. dibawah juga ada gua pengawal dan disitu adalah tempat pengawal berjaga, jika sultan ingin bermufakat dengan bawahan maka dia merundingkan di gua jinem, kalau tempat istirahat sultan ada di mande beling, sedangkan padang ati (hati terang) digunakan untuk bersemedi.

Walaupun berubah-ubah fungsinya menurut kehendak penguasa pada zamannya, secara garis besar Tamansari Sunyaragi adalah taman tempat para pembesar keraton dan prajurit keraton bertapa untuk meningkatkan ilmu kanuragan. Bagian-bagiannya terdiri dari 12 antara lain (lihat denah):
  • Bangsal jinem sebagai tempat sultan memberi wejangan sekaligus melihat prajurit berlatih.
  • Gua pengawal sebagai tempat berkumpul par apengawal sultan.
  • Kompleks Mande Kemasan (sebagian hancur).
  • Gua pandekemasang sebagai tempat membuat senjata tajam.
  • Gua simanyang sebagai tempat pos penjagaan.
  • Gua langse sebagai tempat bersantai.
  • Gua peteng sebagai tempat nyepi untuk kekebalan tubuh.
  • Gua arga jumud sebagai tempat orang penting keraton.
  • Gua padang ati sebagai tempat bersemedi.
  • Gua kelanggengan sebagai tempat bersemedi agar langgeng jabatan.
  • Gua lawa sebagai tempat khusus kelelawar.
  • Gua pawon sebagai dapur penyimpanan makanan.


Di Tamansari Gua Sunyaragi ada sebuah taman Candrasengkala yang disebut "Taman Bujengin Obahing Bumi" yang menunjuk angka tahun 1529. Di kedua tempat itu juga terdapat persamaan, yakni terdapat gapura "Candi Bentar" yang sama besar bentuk dan penggarapannya. Pangeran Kararangen hanya membangun kompleks Gua Arga Jumut dan Mande Kemasan saja






Batik Trusmi Cirebon

Batik Cirebon Trusmi

            Cirebon adalah sentra  batik tertua yang memberi pengaruh munculnya batik di Jawa Barat. Batik cirebon sendiri bermotif mega mendung  yang filosofinya adalah awan pembawa hujan sebagai lambang kesuburan dan pemberi kehidupan. Sejarah motif ini berkaitan dengan sejarah kedatangan bangsa Cina di Cirebon, yaitu S
yekh Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati yang menikah dengan putri dari kerajaan China bernama Ong Tin. Motif ini memiliki gradasi warna yang sangat bagus dengan proses pewarnaan yang dilakukan sebanyak lebih dari tiga kali.
Pada awalnya, seni membatik hanya dipelajari oleh putri keraton untuk mengisi waktu luang mereka. Ornamen batik yang berkembang saat itu antara lain ornamen Paksi Naga Liman, Siti Inggil, Kanoman, Taman Kasepuhan, dan Taman Sunyaragi. Batik yang dihasilkan disebut batik bergaya keratonan.Motif batik Cirebon dikelompokkan menjadi ornamen batik Pesisiran dan batik Keraton, yaitu Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman, Ornamen batik keraton termasuk dalam batik klasik, misalnya motif Paksinaga Liman, Megamendung, Patran Keris, Singa Payung, Singa Barong, dan sebagainya. Ornamen batik Cirebon cukup bervariasi, karena selain dikembangkan oleh keluarga keraton dan masyarakat yang setia kepada sultan, masyarakat Cirebon juga memiliki karakter terbuka terhadap budaya asing. Ornamen yang dihasilkan misalnya ornamen Paksi Naga Liman yang memperoleh pengaruh dari Persia, Soko cino dari keramik cina, dan Buraq dari ArabOrnamen batik keraton memiliki pola yang baku, memiliki nilai simbolis, dan bermakna religius. Sementara itu, pola batik pesisiran sangat dinamis dan mengikuti permintaan pasar. Secara garis besar, ornamen Batik Cirebon dapat digolongkan menjadi lima jenis, yaitu Wadasan, Geometris, Pangkaan, Byur, dan Semarangan.            Nah, toko batik trusmi ini reccomended banget deh buat kamu pecinta batik apalagi batik cirebon, disini itu lengkap banget biasa diajadikan tempat wisata membeli batik, setiap harinya pun selalu ramai pengunjung. Tidak hanya batik Cirebon, batik lainnya pun ada disini serta design bajunya modern klasik mengikuti fashion kekinian tanpa meninggalkan aksen tradisional